Kerinduan


Sumber Gambar: Google.com
Oleh: Asrul Pauzi Hasibuan

Kerinduan kita akan sampai
pada suara-suara kaki yang berduyun-duyun
Kerinduan kita akan sampai
pada riuh anak-anak perempuan yang berebut tempat sajadah
Kerinduan kita akan sampai
pada shaf yang teirisi padat diawal-awal –semoga juga sampai akhir
Kerinduan kita akan sampai
pada bacaan bilal yang begitu khas

Kerinduan kita akan sampai
pada suara senadanya perubahan dari satu gerak ke gerak lainnya
Kerinduan kita akan sampai
pada mauizotul hasanah sebelum witir maupun setelahnya
Kerinduan kita akan sampai
pada pembacaan niat bersama-sama
Kerinduan kita akan sampai
pada gemuruh ­mercon yang dinyalakan

Kerinduan kita akan sampai
pada kegandrungan kita sholat malam
Kerinduan kita akan sampai
pada tilawah-tilawah kita yang kita targetkan
Kerinduan kita akan sampai
pada kegaduhan saat bedug ditabuh keliling saat sahur
Kerinduan kita akan sampai
pada sesendok menu sahur yang di santap bersama keluarga

Kerinduan kita akan sampai
pada shalat rawatib yang kita biasakan
Kerinduan kita akan sampai
pada ­shaf surau yang padat dishubuh hari
Kerinduan kita akan sampai
pada pengoptimalan waktu dhuha
Kerinduan kita akan sampai
pada bocah-bocah yang terburu ingin berbuka

Kerinduan kita akan sampai
pada tatapan mata kita yang saban waktu jatuh pada jarum jam
Kerinduan kita akan sampai
pada beramai-ramainya orang mencari santapan berbuka
Kerinduan kita akan sampai
pada waktu-waktu menunggu tabuhan bedug pertama terdengar dari surau-surau
Kerinduan kita akan sampai
pada ­­holaqoh di surau-surau yang menyediakan menu berbuka

Kerinduan kita akan sampai
pada surau-surau yang menyelenggarakan malam bina takwa
Kerinduan kita akan sampai
pada agenda santap sahur bersama di surau-surau
Kerinduan kita akan sampai
pada peringatan nuzulul Quran
Kerinduan kita akan sampai
pada antusiasme pencari lailatul qadr

kerinduan kita akan sampai
entah sampai semua itu kita rasakan
atau
sampai kerinduan itu saja yang ternyata kita rindukan
atau bagaimana, wahai diri?

allaahumma bariklana fii sya’aban wa balighna romadhon

Larangan, 7 Mei 2018 --Menuju Ramadhan

Komentar